NEW DELHI, 11 November – Ibu kota India, New Delhi, dilanda insiden mencekam setelah sebuah ledakan dahsyat mengguncang area dekat situs bersejarah Benteng Merah (Red Fort) pada Senin malam waktu setempat. Peristiwa tragis ini telah merenggut nyawa delapan orang dan menyebabkan belasan lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Ledakan tersebut terjadi tak jauh dari salah satu gerbang stasiun metro di kawasan Benteng Merah, yang merupakan magnet pariwisata utama dan area yang sangat ramai di jantung kota tua Delhi.
Menurut laporan dari kepolisian setempat, ledakan tersebut bersumber dari sebuah mobil Hyundai i20 yang bergerak lambat dan meledak di dekat lampu lalu lintas. Kekuatan ledakan sangat besar, hingga menyebabkan sejumlah kendaraan di sekitar lokasi, termasuk setidaknya enam mobil dan tiga bajaj, hangus terbakar. Kepulan asap tebal membubung tinggi ke udara, dan saksi mata menuturkan bahwa suara ledakan keras tersebut bahkan memecahkan jendela rumah-rumah di sekitarnya. Warga yang panik juga melaporkan melihat potongan tubuh berserakan di jalanan, menggambarkan betapa parahnya dampak ledakan.
Saat ini, pihak berwenang, termasuk Garda Nasional dan dinas intelijen, telah memulai penyelidikan menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti dari peristiwa tragis ini. Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, menyatakan bahwa semua kemungkinan sedang dijajaki, dan tim telah diinstruksikan untuk memeriksa seluruh rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Pasca-insiden, siaga keamanan tinggi telah diberlakukan di New Delhi, dan area di sekitar Benteng Merah segera ditutup oleh polisi sementara tim pemadam kebakaran berjuang memadamkan api. Perdana Menteri Narendra Modi telah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berharap para korban luka segera pulih.































