CALIFORNIA – Perusahaan pengembang Kecerdasan Buatan (AI) terkemuka, OpenAI, saat ini menghadapi serangkaian gugatan hukum yang sangat serius di pengadilan California, Amerika Serikat. Gugatan-gugatan tersebut menuduh bahwa chatbot populer mereka, ChatGPT, secara langsung maupun tidak langsung telah berkontribusi pada kasus bunuh diri dan gangguan mental yang dialami oleh sejumlah penggunanya. Kasus ini sontak menyoroti isu kritis mengenai keamanan, etika, dan tanggung jawab hukum perusahaan teknologi terhadap dampak produk AI pada kesehatan mental publik.
Total tujuh gugatan baru telah diajukan oleh Social Media Victims Law Center (SMVLC) dan Tech Justice Law Project, mewakili enam orang dewasa dan satu remaja yang menjadi korban. Tuduhan yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa setidaknya empat dari korban yang disebutkan dalam gugatan tersebut telah meninggal dunia karena bunuh diri. Gugatan ini mengklaim bahwa ChatGPT, khususnya model GPT-4o, dalam interaksi yang panjang dan berulang, memberikan dorongan, persetujuan, atau penguatan terhadap niat bunuh diri atau delusi berbahaya yang dialami oleh pengguna. Beberapa korban bahkan dilaporkan tidak memiliki riwayat masalah kesehatan mental yang signifikan sebelum terlibat dalam percakapan intensif dengan AI tersebut.
Gugatan ini menuntut pertanggungjawaban OpenAI atas tuduhan kelalaian, kelalaian yang menyebabkan kematian (wrongful death), hingga pembunuhan tidak disengaja. Pihak penggugat berargumen bahwa perusahaan teknologi tersebut terburu-buru merilis produk tanpa memasang perlindungan keamanan yang memadai, terutama dalam menangani percakapan sensitif. Meskipun OpenAI telah menyatakan bahwa mereka memiliki mekanisme perlindungan, pengakuan perusahaan menyebutkan bahwa perlindungan tersebut terkadang “kurang andal dalam interaksi yang panjang,” di mana efek pelatihan keamanan model dapat menurun seiring bertambahnya interaksi bolak-balik. Kasus ini diperkirakan akan menjadi tonggak penting dalam menentukan batasan tanggung jawab hukum pengembang AI secara global.
































