• Tim Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Login
No Result
View All Result
Rabu, 14 Januari 2026
  • Home
  • Perikatan
  • Perdata
  • HAKI

    Isu Legislasi: Desakan untuk Mengatur Right of Publicity dalam RUU Hak Cipta

    Spotify ‘kebobolan’ Lagu AI Tiruan King Gizzard di Spotify Ungkap Kebocoran Kebijakan “Anti-Slop”

    DJKI Luncurkan Pusat Data Lagu dan Musik Versi 2: Menjamin Royalti yang Adil dan Transparan

    Perspektif Hukum: Apa yang Bisa Dipelajari Hak Cipta dari Hukum Persaingan

    Ponpes Nurul Jadid Probolinggo Gandeng Kemenkumham Amankan Karya Santri Lewat Kekayaan Intelektual

    Persoalan Hak Cipta AI: The New York Times Gugat Perplexity

    Kemenkumham Musnahkan Barang Bukti Pelanggaran Kekayaan Intelektual Senilai Rp3,07 Miliar

    Jaga Moralitas Sosial, Tiongkok Perketat Etika dan Aturan Hak Paten Kecerdasan Buatan (AI)

    Eksis Puluhan Tahun, Perajin Blangkon Kampung Beji Terkendala Hak Paten dan Kepastian Hukum

    Piyu, Armand Maulana, dan Ariel Sampaikan Pandangan Krusial dalam RDPU RUU Hak Cipta di DPR

  • Pencemaran Nama Baik

    Gubernur Hidayat Arsani Laporkan Pencemaran Nama Baik Terkait Tuduhan Korupsi Rp500 Miliar

    Dosen Unpatti Elsa Toule Resmi Dilaporkan ke Polda Maluku

    Kades Wadas Menangis: Klarifikasi Kasus Bangunan Liar dan Tanah Negara

    Kubu Roy Suryo Laporkan Dua Relawan Jokowi ke Polda Metro Jaya

    Bupati Subang Diperiksa sebagai Saksi dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

    Kasus Pencemaran Nama Baik Pejabat Subang: Lawyer Heri Sopandi Isyaratkan Adanya “Bom Waktu”

    Mahfud MD Soroti Delik Aduan dalam Kasus Pencemaran Nama Baik Pejabat

    Kasus Ijazah Palsu Presiden: Kuasa Hukum Yakini Roy Suryo dkk Tak Ditahan, Singgung Keterangan Saksi Ahli Meringankan

    Polda NTB Ambil Alih Kasus Dugaan Penghinaan Terhadap Wakil Gubernur Umi Dinda

  • Waris

    Tragedi Warisan Motor: Adik Gorok Leher Kakak Kandung di Bengkulu Saat Tidur

    Kakak-Adik Cekcok Lahan Warisan di Pokkang Berujung Maut

    Tragedi Warisan di Mamuju: Pria Lansia Bunuh Adik Kandungnya Sendiri dengan Parang

    Intervensi Lurah Kaliwates Berbuah Damai: Tujuh Ahli Waris Ketua RT Sepakat Bagi Harta Warisan Sesuai Faraid

    Putusan Mahkamah Agung Tegaskan: Menguasai Harta Waris Sebelum Dibagi Adalah Perbuatan Melawan Hukum

    Batas Waktu Menghapus Hak: Membincangkan Masalah Daluwarsa dalam Hukum Keluarga

    Ketika Harta Warisan Merobek Ikatan Darah: Refleksi Kasus Keserakahan di Pengadilan Agama

    Sengketa Polis Asuransi Kian Memanas: Ahli Waris Desak OJK Segera Ambil Langkah Tegas

    Kasus Sengketa Waris: Ibu di Surabaya Divonis 4 Bulan Penjara Akibat Menjual Rumah Berbekal Surat Wasiat Palsu

    Tanggapan Cepat Pemprov DKI, Ahli Waris Korban Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Pondok Indah Menerima Santunan Rp50 Juta

  • Perceraian
  • Kontak
  • Home
  • Perikatan
  • Perdata
  • HAKI

    Isu Legislasi: Desakan untuk Mengatur Right of Publicity dalam RUU Hak Cipta

    Spotify ‘kebobolan’ Lagu AI Tiruan King Gizzard di Spotify Ungkap Kebocoran Kebijakan “Anti-Slop”

    DJKI Luncurkan Pusat Data Lagu dan Musik Versi 2: Menjamin Royalti yang Adil dan Transparan

    Perspektif Hukum: Apa yang Bisa Dipelajari Hak Cipta dari Hukum Persaingan

    Ponpes Nurul Jadid Probolinggo Gandeng Kemenkumham Amankan Karya Santri Lewat Kekayaan Intelektual

    Persoalan Hak Cipta AI: The New York Times Gugat Perplexity

    Kemenkumham Musnahkan Barang Bukti Pelanggaran Kekayaan Intelektual Senilai Rp3,07 Miliar

    Jaga Moralitas Sosial, Tiongkok Perketat Etika dan Aturan Hak Paten Kecerdasan Buatan (AI)

    Eksis Puluhan Tahun, Perajin Blangkon Kampung Beji Terkendala Hak Paten dan Kepastian Hukum

    Piyu, Armand Maulana, dan Ariel Sampaikan Pandangan Krusial dalam RDPU RUU Hak Cipta di DPR

  • Pencemaran Nama Baik

    Gubernur Hidayat Arsani Laporkan Pencemaran Nama Baik Terkait Tuduhan Korupsi Rp500 Miliar

    Dosen Unpatti Elsa Toule Resmi Dilaporkan ke Polda Maluku

    Kades Wadas Menangis: Klarifikasi Kasus Bangunan Liar dan Tanah Negara

    Kubu Roy Suryo Laporkan Dua Relawan Jokowi ke Polda Metro Jaya

    Bupati Subang Diperiksa sebagai Saksi dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

    Kasus Pencemaran Nama Baik Pejabat Subang: Lawyer Heri Sopandi Isyaratkan Adanya “Bom Waktu”

    Mahfud MD Soroti Delik Aduan dalam Kasus Pencemaran Nama Baik Pejabat

    Kasus Ijazah Palsu Presiden: Kuasa Hukum Yakini Roy Suryo dkk Tak Ditahan, Singgung Keterangan Saksi Ahli Meringankan

    Polda NTB Ambil Alih Kasus Dugaan Penghinaan Terhadap Wakil Gubernur Umi Dinda

  • Waris

    Tragedi Warisan Motor: Adik Gorok Leher Kakak Kandung di Bengkulu Saat Tidur

    Kakak-Adik Cekcok Lahan Warisan di Pokkang Berujung Maut

    Tragedi Warisan di Mamuju: Pria Lansia Bunuh Adik Kandungnya Sendiri dengan Parang

    Intervensi Lurah Kaliwates Berbuah Damai: Tujuh Ahli Waris Ketua RT Sepakat Bagi Harta Warisan Sesuai Faraid

    Putusan Mahkamah Agung Tegaskan: Menguasai Harta Waris Sebelum Dibagi Adalah Perbuatan Melawan Hukum

    Batas Waktu Menghapus Hak: Membincangkan Masalah Daluwarsa dalam Hukum Keluarga

    Ketika Harta Warisan Merobek Ikatan Darah: Refleksi Kasus Keserakahan di Pengadilan Agama

    Sengketa Polis Asuransi Kian Memanas: Ahli Waris Desak OJK Segera Ambil Langkah Tegas

    Kasus Sengketa Waris: Ibu di Surabaya Divonis 4 Bulan Penjara Akibat Menjual Rumah Berbekal Surat Wasiat Palsu

    Tanggapan Cepat Pemprov DKI, Ahli Waris Korban Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Pondok Indah Menerima Santunan Rp50 Juta

  • Perceraian
  • Kontak
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Hukum Internasional di Titik Kritis: Ancaman Standar Ganda dan Otoritarianisme

by halo
13 Oktober 2025
in Internasional
0 0
0
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Jenewa – Sistem hukum internasional yang selama ini menjadi fondasi bagi perdamaian dan hak asasi manusia global dilaporkan berada di bawah tekanan ekstrem pada tahun 2025. Organisasi hak asasi manusia terkemuka, Amnesty International, berulang kali menyuarakan kekhawatiran bahwa tatanan global yang berbasis aturan kini terancam oleh dua kekuatan utama: standar ganda (double standards) dari negara-negara besar dan tren praktik otoriter yang sedang menguat.

 

BeritaTerkait

Krisis Iran Kian Mencekam: DPR RI Desak Pemerintah Segera Amankan dan Evakuasi WNI

Guncangan Diplomasi Global: Trump Tarik Amerika Serikat Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Pererat Hubungan Internasional, Prof. Dr. Pangeran Mohammad Soleh Ridwan Resmi Dijabat Duta Besar Ordo Lafayette untuk Indonesia

1. Pelemahan Lembaga Keadilan Global (ICC)

 

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) adalah lembaga yang paling merasakan dampak langsung dari ancaman ini. Amnesty menyoroti adanya serangan sistematis yang bertujuan melemahkan independensi dan yurisdiksi ICC:

  • Sanksi dan Intervensi Politik: ICC mengecam keras tindakan beberapa negara besar—khususnya Amerika Serikat—yang menjatuhkan sanksi terhadap hakim dan pejabat ICC. Sanksi tersebut secara eksplisit ditujukan kepada mereka yang terlibat dalam penyelidikan dugaan kejahatan perang, khususnya yang berkaitan dengan konflik besar. Amnesty menyebut tindakan ini sebagai “serangan terang-terangan terhadap independensi peradilan” dan upaya untuk menghambat penegakan akuntabilitas atas kejahatan internasional.
  • Penolakan Yurisdiksi: Negara-negara yang tidak meratifikasi Statuta Roma (perjanjian pendirian ICC) secara konsisten menolak yurisdiksi ICC untuk menyelidiki warga negaranya. Sikap ini menciptakan kekebalan hukum de facto bagi pihak-pihak yang kuat, sekaligus merusak legitimasi mahkamah di mata dunia.

 

2. Standar Ganda dan Disparitas Keadilan

 

Ancaman terbesar bagi hukum internasional adalah praktik standar ganda yang dilakukan oleh negara-negara berpengaruh:

  • Penerapan Selektif: Hukum dan sanksi internasional sering kali diterapkan dengan keras terhadap pihak-pihak yang lemah atau negara-negara yang tidak memiliki sekutu kuat, namun diabaikan ketika pelanggaran serius dilakukan oleh sekutu atau negara adidaya.
  • Contoh Gaza dan Sudan: Amnesty secara tegas menyoroti kontras respons internasional terhadap krisis di Gaza dan Sudan. Lembaga ini mencatat bahwa meskipun ada bukti kuat pelanggaran hukum humaniter di kedua lokasi tersebut, respons politik dan aksi kemanusiaan global terasa timpang. Perlakuan yang berbeda ini menciptakan persepsi bahwa keadilan dapat dibeli atau dihindari, yang pada akhirnya mengikis kepercayaan terhadap seluruh sistem PBB.

 

3. Tren Otoritarianisme dan Penyusutan Ruang Sipil

 

Secara global, Amnesty International mencatat peningkatan tajam dalam praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip HAM dasar:

  • Kriminalisasi dan Intimidasi: Praktik otoriter termanifestasi melalui kriminalisasi massal dan intimidasi terhadap para pembela HAM, jurnalis, dan aktivis di banyak negara. Serangan ini menggunakan alat hukum domestik—seperti undang-undang ITE dan hukum makar—untuk membungkam perbedaan pendapat, yang secara efektif menyusutkan ruang sipil (civil space).
  • Penarikan Diri dari Mekanisme HAM: Beberapa negara memilih untuk keluar dari perjanjian atau dewan HAM PBB, atau bahkan menolak resolusi tertentu, sebagai upaya menghindari pengawasan internasional. Ini mencerminkan upaya untuk memprioritaskan kedaulatan di atas kewajiban HAM universal.

Amnesty menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera kembali ke komitmen terhadap hak asasi manusia universal tanpa syarat. Jika tren pelemahan ini terus berlanjut, masa depan yang diatur oleh supremasi hukum dapat digantikan oleh era kekuasaan berdasarkan kekuatan (might makes right), di mana korban konflik tidak memiliki harapan untuk mendapatkan keadilan.

Previous Post

Jebakan “Always On”: Mencari Batasan Sehat Work From Anywhere

Next Post

Ketegangan Perbatasan Thailand-Kamboja Mereda, Komitmen Damai Menguat di Bulan Oktober 2025

Next Post
FILE - In this photo released by the Thai Royal Thai Army, Cambodian Chief of Army Mao Sophan, left, meets with Thailand Chief of Army Gen. Pana Claewplodtook, right, at a border checkpoint in Surin province, Thailand, May 29, 2025. (Thai Royal Thai Army via AP, file)

Ketegangan Perbatasan Thailand-Kamboja Mereda, Komitmen Damai Menguat di Bulan Oktober 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Hotman Paris Hutapea Kritik Putusan Jessica Wongso: Tidak Sesuai KUHP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Dana Hibah Daerah Membuat Guncangan Politik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rebecca Klopper Mengalami Trauma dan Kehilangan Kesehatan Mental Akibat Video Tersebar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketentuan Durasi Perjanjian dan Penggunaan Bahasa dalam Kontrak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denny Diduga Melakukan Makar, Karena Melawan Putusan MK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Rekomendasi

EXAMPLEARTICLE

11 bulan ago

Perlindungan Legitime Portie: Pakar Hukum Soroti Batasan Wasiat Demi Hak Mutlak Ahli Waris

3 bulan ago
Facebook Twitter Instagram Youtube

Tentang Kami

Hallaw ada untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan hukum dengan kualitas terbaik dan harga yang sangat terjangkau.

Kategori Berita

  • ASN
  • HAKI
  • Internasional
  • Korupsi
  • Nasional
  • Pencemaran Nama Baik
  • Perceraian
  • Perdata
  • Perikatan
  • Tanpa Kategori
  • Waris

Menu Bantuan

  • Tim Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi

© 2023 Halo Pengacara - Developed by Tokoweb.co.

No Result
View All Result
  • Home
  • Perikatan
  • Perdata
  • Perceraian
  • Pencemaran Nama Baik
  • Waris
  • HAKI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In