JAKARTA – Dalam rangka perayaan ulang tahun emas ke-50, PT Summarecon Agung Tbk mengumumkan telah mengantongi 15 Hak Paten dari Kementerian Perindustrian atas berbagai inovasi teknologi konstruksi yang dikembangkan oleh karyawannya sendiri.
Inisiatif ini lahir dari program internal yang berfokus pada efisiensi biaya, peningkatan kualitas, dan pencegahan pekerjaan ulang (rework) di lapangan.
Poin Utama Inovasi dan Efisiensi
Total 51 alat konstruksi diajukan, dan 15 di antaranya resmi diakui sebagai penemuan orisinal yang belum ada di pasaran. Filosofi utama di balik paten ini adalah menjaga kualitas bangunan sambil menghemat waktu dan modal secara signifikan.
Berikut adalah dua contoh inovasi yang berhasil dipatenkan:
-
Alat Ukur Bidang Miring Lantai/Pengukur Kemiringan Keramik
-
Fungsi: Memeriksa kemiringan lantai secara presisi saat proses pemasangan keramik, terutama di area basah seperti kamar mandi.
-
Keunggulan Efisiensi: Alat ini memastikan kemiringan yang akurat (1% untuk area kering dan 2% untuk area basah) sejak awal, sehingga menghindari risiko air menggenang dan biaya mahal untuk pembongkaran ulang lantai (yang sering terjadi pada metode manual).
-
-
Alat Angkat Paving
-
Fungsi: Mempermudah perbaikan satu blok paving block yang rusak di tengah area.
-
Keunggulan Efisiensi: Alat ini memungkinkan teknisi untuk menjepit dan menarik blok yang rusak secara langsung tanpa merusak paving block di sekitarnya. Hal ini sangat menghemat waktu, material, dan menjaga integritas instalasi.
-
Inovasi yang diresmikan dalam platform Summarecon Discovery ini juga berfokus pada peningkatan kualitas pemeriksaan dan keselamatan kerja, seperti alat uji lampu otomatis dan detektor asap (yang mendapatkan dua hak paten).
































