PASURUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) “Keluarga Berintegritas” sebagai upaya untuk membangun kesadaran dan membentengi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari praktik korupsi, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025.
Poin Utama Program
-
Fokus: Penguatan peran keluarga sebagai benteng utama dalam membentuk karakter antikorupsi.
-
Peserta: FGD ini mewajibkan ASN eselon tinggi (Sekda, Asisten, Kepala OPD, hingga Camat) untuk membawa serta pasangan (istri/suami) mereka.
-
Pernyataan Wakil Bupati: Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori (Gus Shobih), menekankan bahwa keberhasilan upaya pencegahan korupsi dipengaruhi oleh komitmen pribadi ASN dan dukungan dari keluarga.
-
“Dengan keluarga yang kuat, nilai moral yang terjaga dan kebiasaan positif yang dibangun sejak dini, maka kita telah berkontribusi besar dalam mencegah korupsi dari akarnya.”
-
-
Karakteristik Keluarga Berintegritas: Narasumber dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Negara Pemeriksa Keuangan RI, Zaini Arief Budiman, menjelaskan bahwa keluarga berintegritas harus memiliki:
-
Aturan yang baik.
-
Nilai etika yang dibangun dengan komitmen.
-
Transparansi dan keterbukaan dalam segala hal.
-
Kesadaran risiko akan kecurangan.
-
Program ini bertujuan agar ASN yang memiliki pemahaman integritas keluarga yang kuat dapat bekerja secara profesional dan menjadi benteng pencegahan korupsi di lingkungan kerjanya.
































