WASHINGTON – Dunia internasional kembali dikejutkan oleh aksi provokatif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (11/1/2026), Trump membagikan sebuah tangkapan layar yang menyerupai laman profil biografi resmi, di mana tertulis bahwa dirinya menjabat sebagai “Presiden Sementara Venezuela” (Acting President of Venezuela) per Januari 2026.
Klaim ini muncul di tengah situasi luar biasa setelah militer Amerika Serikat melancarkan operasi khusus di Caracas pada 3 Januari 2026 yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Upaya Kendali Penuh Terhadap Venezuela Dalam unggahan tersebut, Trump tetap mencantumkan posisinya sebagai Presiden ke-45 dan ke-47 Amerika Serikat. Namun, penambahan titel “Presiden Sementara Venezuela” ini dinilai sebagai pesan simbolis bahwa Washington kini memegang kendali penuh atas negara kaya minyak tersebut.
“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujar Trump dalam sebuah konferensi pers sebelumnya di Mar-a-Lago. Ia juga menegaskan ambisinya untuk “mengalirkan kembali minyak” Venezuela guna menguntungkan ekonomi Amerika Serikat dan pasar global.
Respons Pemerintah De Facto Venezuela Meski Trump melontarkan klaim tersebut, secara konstitusional di Venezuela, Wakil Presiden Delcy Rodriguez telah dilantik secara resmi sebagai Presiden Interim oleh Majelis Nasional pada 5 Januari 2026, tak lama setelah penangkapan Maduro.
Delcy Rodriguez dengan tegas menolak klaim Trump dan menyatakan bahwa kedaulatan Venezuela tetap berada di tangan rakyatnya. “Tidak ada ketidakpastian di sini. Rakyat Venezuela yang memegang kendali, dan ada pemerintahan sah yang sedang berjalan,” tegas Rodriguez. Meski demikian, Rodriguez dikabarkan tetap menjalin komunikasi dengan tim diplomatik AS untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Ketegangan Regional yang Meluas Aksi Trump tidak berhenti pada Venezuela. Dalam serangkaian unggahan yang sama, ia juga memberikan peringatan keras kepada Kuba agar segera membuat kesepakatan dengan Washington, atau menghadapi pemutusan total aliran bantuan dan energi yang selama ini dipasok oleh Venezuela.
Langkah ini dipandang oleh para pengamat internasional sebagai upaya AS untuk menata ulang peta politik di Amerika Latin secara drastis. Namun, klaim “Presiden Sementara” ini dianggap banyak pihak sebagai taktik provokasi atau gaya diplomasi agresif khas Trump yang belum memiliki basis hukum internasional yang sah.
Status Terkini:
-
Nicolas Maduro: Saat ini ditahan di pusat penahanan federal di New York atas tuduhan narkoterorisme.
-
Pemerintahan Venezuela: Secara domestik dipimpin oleh Delcy Rodriguez.
-
Sikap AS: Menerapkan “karantina minyak” dan pengawasan ketat terhadap infrastruktur energi Venezuela.































