JAKARTA – Eskalasi konflik domestik di Iran yang terus memburuk dalam sepekan terakhir memicu kekhawatiran serius di tanah air. Menanggapi situasi yang kian tidak menentu, DPR RI mendesak Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik tersebut.
Kondisi Darurat di Wilayah Konflik Laporan terkini dari lapangan menunjukkan bahwa gelombang demonstrasi yang dipicu krisis ekonomi di Iran telah berubah menjadi bentrokan berdarah. Di beberapa kota seperti Abdanan dan Ilam, aparat keamanan dilaporkan telah menggunakan peluru tajam untuk membubarkan massa. Situasi semakin mengkhawatirkan setelah adanya laporan penyerbuan fasilitas medis oleh pihak keamanan, yang membuat akses terhadap bantuan darurat menjadi sangat terbatas.
Desakan Perlindungan Maksimal Anggota DPR RI menegaskan bahwa keselamatan nyawa WNI harus menjadi prioritas utama di atas segala pertimbangan diplomatik saat ini. DPR meminta pemerintah untuk:
-
Pendataan Ulang: Melakukan verifikasi cepat terhadap jumlah dan keberadaan WNI, termasuk mahasiswa dan pekerja migran yang tersebar di wilayah-wilayah titik api kerusuhan.
-
Penyusunan Rencana Evakuasi: Menyiapkan skenario evakuasi darurat (contingency plan) jika situasi terus memburuk dan mengarah pada kelumpuhan total layanan publik di Iran.
-
Hotline 24 Jam: Memastikan KBRI Teheran aktif memberikan informasi terkini dan menjadi tempat perlindungan (safe house) bagi warga yang merasa terancam keselamatannya.
Imbauan bagi Keluarga di Indonesia Pemerintah juga diminta untuk terus berkomunikasi dengan pihak keluarga WNI di dalam negeri agar tidak terjadi kepanikan massal. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari saluran komunikasi Kementerian Luar Negeri dan menghindari berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya.
Hingga saat ini, pihak KBRI Teheran dikabarkan terus memantau situasi dari jam ke jam dan mengimbau seluruh WNI untuk tetap berada di kediaman masing-masing, menghindari titik-titik kumpul massa, serta mematuhi aturan keamanan yang ditetapkan otoritas setempat.
































