JAKARTA – Sebuah tonggak sejarah baru dalam hubungan diplomatik dan sosial antara Indonesia dan organisasi internasional kembali tercipta. Tokoh akademisi dan aktivis kemanusiaan terkemuka, Prof. Dr. Pangeran Mohammad Soleh Ridwan, secara resmi diangkat sebagai Duta Besar Ordo Lafayette (Order of Lafayette) untuk wilayah Indonesia.
Pengangkatan ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan pengakuan dunia internasional terhadap dedikasi dan kontribusi nyata Prof. Mohammad Soleh Ridwan dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, dan kerja sama lintas negara.
Mengenal Ordo Lafayette
Ordo Lafayette merupakan organisasi internasional prestisius yang memiliki akar sejarah kuat dari Prancis dan Amerika Serikat. Organisasi ini didirikan untuk menghormati semangat Marquis de Lafayette, pahlawan dua benua yang dikenal karena perjuangannya dalam membela kemerdekaan dan hak asasi manusia. Di era modern, Ordo ini bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, serta penguatan hubungan diplomatik antarnegara.
Visi Penguatan Diplomasi Budaya
Dalam kedudukannya yang baru sebagai Duta Besar, Prof. Mohammad Soleh Ridwan mengemban misi penting untuk menjembatani kolaborasi antara Indonesia dengan jaringan internasional Ordo Lafayette. Beberapa poin utama dari visi kepemimpinannya meliputi:
-
Diplomasi Kemanusiaan: Menggerakkan berbagai program sosial dan bantuan kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat luas di Indonesia.
-
Pertukaran Budaya: Memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia ke panggung internasional, khususnya melalui jaringan Ordo Lafayette di Eropa dan Amerika.
-
Kolaborasi Akademis: Memanfaatkan latar belakang beliau sebagai profesor untuk mendorong kerjasama pendidikan dan riset internasional yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Pengangkatan ini disambut hangat oleh berbagai kalangan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sosok Prof. Mohammad Soleh Ridwan dinilai sebagai figur yang tepat karena rekam jejaknya yang panjang dalam dunia pendidikan dan pergaulan internasional. Kehadirannya sebagai Duta Besar diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi citra Indonesia di mata dunia.
Dengan peran baru ini, posisi Indonesia di peta organisasi kemanusiaan dunia diharapkan akan semakin kuat, membuka pintu-pintu kerja sama baru yang strategis demi kepentingan bersama di masa depan.































