Jakarta, 10 Oktober 2025 – Indonesia saat ini berada dalam momentum akselerasi yang didorong oleh inovasi teknologi dan komitmen terhadap energi bersih. Pemerintah dan sektor swasta berkolaborasi untuk memastikan transisi menuju “Indonesia Emas 2045” berjalan lancar.
Kecerdasan Buatan (AI) Menguat di Sektor Publik
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia tidak lagi terbatas pada sektor swasta, melainkan mulai menjadi tulang punggung tata kelola pemerintahan dan layanan publik:
- Peta Jalan AI dan Etika Digital: Pemerintah melalui Kementerian Kominfo dan BRIN secara aktif mendorong penyusunan Peta Jalan AI yang akan diuji publik. Tujuannya adalah memastikan pengembangan AI dilakukan secara bertanggung jawab, aman, dan transparan, dengan tetap berakar pada konteks lokal.
- Peningkatan Layanan ASN: Pelatihan dan sosialisasi mengenai pemanfaatan AI untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) semakin masif. AI dipandang sebagai alat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan masyarakat.
- Kolaborasi untuk Talenta Unggul: Institusi pendidikan berperan penting. Misalnya, ITB terus melahirkan inovasi lokal seperti ZEKE-03, drone canggih yang dirancang untuk inspeksi di ruang terbatas. Selain itu, Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 kini memasukkan Artificial Intelligence sebagai bidang kompetisi baru, menandakan fokus pada penyiapan talenta AI masa depan.
Komitmen Kuat pada Energi Baru Terbarukan (EBT)
Sektor energi menunjukkan ambisi besar untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil:
- Target Kapasitas Listrik: Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 42,1 GW dari EBT dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Angka ini setara dengan 76% dari total penambahan kapasitas pembangkit listrik.
- Dominasi PLTS dan PLTA: Sumber EBT utama yang didorong meliputi tenaga surya (17,1 GW), hidro (11,7 GW), dan bayu (7,2 GW). Ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang bergerak dari energi berbasis input menjadi pertumbuhan berbasis produktivitas dan keberlanjutan.
- Tren Teknologi Hijau: Tren global seperti Kendaraan Listrik (EV), pengembangan Hidrogen Hijau, dan teknologi penyimpanan energi (baterai solid-state) kini semakin relevan dan menjadi fokus investasi di Indonesia, sejalan dengan target pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060.
Secara keseluruhan, Oktober 2025 ditandai dengan upaya sistematis pemerintah untuk menyelaraskan kebijakan nasional melalui Rencana Induk Produktivitas Nasional (RIPN) 2025-2029, yang menekankan pada penerapan teknologi dan keunggulan manajemen untuk mendorong daya saing.
































